**Saharakaltim.com, Samarinda –** Pemandangan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Samarinda mendapat perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin terasa dampaknya seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah meminta Pertamina memberikan kepastian terkait ketersediaan pasokan BBM di Kota Tepian. Ia menegaskan, berkurangnya pasokan akan memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Bagaimanapun juga ketika itu pasokannya berkurang, pastilah masyarakat juga mendapat kerugiannya,” kata Helmi, Rabu (22/7/2026).
DPRD Samarinda pun tidak ingin persoalan tersebut hanya berhenti pada keluhan masyarakat. Helmi menyampaikan rencana untuk mendorong Komisi II DPRD Samarinda melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna melihat secara langsung persoalan distribusi dan ketersediaan BBM.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan demikian, langkah yang diperlukan untuk menjaga ketersediaan BBM dapat segera dilakukan sebelum antrean semakin panjang dan mengganggu aktivitas warga.
“Ya, kita berharap semoga ini cepat lewat lah, semoga kembali normal,” ujar Helmi.
Menurut Helmi, momentum menjelang HUT Kemerdekaan juga perlu menjadi perhatian. Berbagai kegiatan perayaan biasanya meningkatkan pergerakan masyarakat, baik untuk menghadiri kegiatan maupun menjalankan aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi BBM di Samarinda.
Ia turut menyoroti keluhan masyarakat mengenai antrean BBM bersubsidi yang panjang. Perbedaan harga antara Pertalite dan Pertamax dinilai menjadi salah satu alasan masyarakat lebih memilih bertahan di antrean BBM bersubsidi.
Meski persoalan tersebut juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat serta dinamika rantai pasok energi global, Helmi berharap masyarakat di daerah tidak sampai menjadi pihak yang dirugikan. Gangguan distribusi diharapkan dapat segera teratasi sehingga pelayanan BBM kembali berjalan normal.
“Memang ini juga berkaitan dengan kondisi di tingkat pusat dan situasi global. Mudah-mudahan itu juga cepat berlalu lah,” pungkas Helmi. **(adv/gby)**








