**Saharakaltim.com, Samarinda –** Keluhan pedagang terkait penempatan lapak yang berjauhan di Pasar Pagi Samarinda mendorong perlunya evaluasi oleh dinas terkait. Lapak yang dikelola oleh satu orang, tetapi tercatat atas nama beberapa anggota keluarga, disebut berpotensi ditempatkan di lantai berbeda melalui proses pengundian.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, mengatakan penataan Pasar Pagi sejauh ini tetap berjalan seperti biasa. Kendati demikian, pihaknya membuka ruang bagi pedagang yang ingin menyampaikan keberatan atau aspirasi mengenai pembagian lokasi berjualan.
“Kalau Pasar Pagi, ya kita berjalan seperti biasa,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Joha menjelaskan, dalam sejumlah kasus, satu keluarga memiliki beberapa lapak yang secara administratif terdaftar atas nama anggota keluarga masing-masing. Namun, pelaksanaan usaha di lapangan justru ditangani oleh satu orang.
“Tetapi satu keluarga bisa bertiga, tapi pemilik pelaksanaannya satu orang,” katanya.
Situasi tersebut dapat menimbulkan kendala ketika lapak yang dikelola bersama ditempatkan berjauhan. Misalnya, satu lapak berada di lantai dua, sedangkan lapak lainnya berada di lantai tiga. Pedagang pun berpotensi mengalami kesulitan dalam mengatur operasional dan mengawasi aktivitas usahanya.
Atas persoalan itu, Joha meminta dinas yang membidangi pengelolaan pasar meninjau kondisi lapangan dan mengevaluasi penempatan lapak yang dikeluhkan. Menurutnya, penyelesaian perlu mempertimbangkan kondisi faktual pedagang sekaligus ketentuan yang berlaku.
Ia menilai proses evaluasi penting agar aspirasi pedagang dapat ditindaklanjuti secara proporsional. Namun, setiap kemungkinan perubahan penempatan tetap harus mempertimbangkan keadilan bagi pedagang lain dan tidak bertentangan dengan aturan yang telah ditetapkan.
“Harapannya oleh pemilik lapak, nanti ditinjau oleh dinas yang terkait,” harap Joha.
DPRD Samarinda berharap peninjauan tersebut dapat menjadi dasar untuk mencari solusi atas persoalan penempatan lapak. Dengan evaluasi yang tepat, aktivitas perdagangan di Pasar Pagi diharapkan berlangsung lebih tertib dan tidak terkendala oleh lokasi berjualan yang berjauhan.
Penataan pasar yang memperhatikan ketertiban administrasi sekaligus kondisi operasional pedagang dinilai penting untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
(adv/gby)








