Saharakaltim.com – Kerusakan fasilitas di Teras Samarinda pasca aksi demonstrasi mulai menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Anggota Komisi III, Abdul Rohim, menilai perbaikan harus segera dilakukan tanpa penundaan.
Dengan estimasi kerugian sekitar Rp10 juta, sejumlah titik mengalami kerusakan, mulai dari pagar pembatas hingga lantai batu andesit yang terkupas dan patah.
Rohim menyebut, kerusakan tersebut merupakan dampak dari membludaknya massa aksi yang meluas hingga area fasilitas publik.
“Ini konsekuensi dari aksi yang cukup besar. Tapi tetap harus ada langkah cepat untuk memulihkan kondisi,” jelasnya.
Ia menegaskan, Teras Samarinda bukan sekadar infrastruktur, melainkan ruang interaksi sosial masyarakat yang harus dijaga kualitasnya.
Karena itu, percepatan perbaikan menjadi penting agar kenyamanan pengunjung tidak terganggu.
“Kalau dibiarkan, kerusakan kecil bisa menjadi besar. Ini yang harus diantisipasi,” tambahnya.
Untuk pendanaan, ia mendorong penggunaan anggaran perawatan rutin atau pos dana tidak terduga dalam APBD, sebagai solusi cepat dalam penanganan kerusakan tersebut.
