Saharakaltim.com, Samarinda – Transformasi pendidikan menuju era digital menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Namun bagi DPRD Kota Samarinda, keberhasilan penerapan kurikulum coding dan kecerdasan buatan tidak hanya bergantung pada perubahan materi pembelajaran semata.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menilai kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi faktor utama yang harus diperhatikan sebelum program tersebut diterapkan secara luas.
Menurutnya, masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan pemerintah, terutama terkait pemerataan fasilitas teknologi di sekolah-sekolah serta pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.
“Transformasi digital harus berjalan beriringan dengan kesiapan sarana dan prasarana. Jangan sampai hanya sebagian sekolah yang mampu menerapkannya karena keterbatasan fasilitas,” katanya.
Ismail juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan Samarinda saat ini masih menghadapi tantangan kekurangan guru yang jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan orang. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpengaruh langsung terhadap kualitas proses belajar mengajar.
Ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh keberadaan guru yang cukup dan kompeten untuk mendampingi siswa.
“Coding dan AI memang penting untuk masa depan, tetapi kebutuhan dasar pendidikan seperti ketersediaan guru dan fasilitas yang merata juga harus dipenuhi terlebih dahulu,” ujarnya.
DPRD Samarinda berharap pemerintah dapat menyusun langkah yang komprehensif agar transformasi pendidikan berbasis teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali. (adv/gby)













