**Saharakaltim.com, Samarinda –** Potensi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk menjadi perhatian Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama saat cuaca panas.
Helmi mengatakan, kebakaran besar yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa risiko kebakaran dapat mengancam berbagai kawasan permukiman.
“Ya, kalau bicara masalah kampung padat penduduk, saya kira kan enggak hanya di Samarinda aja. Hampir seluruh kampung, baru ini kan dari Kutai Kartanegara itu terjadi kebakaran yang luar biasa,” kata Helmi, Rabu (7/10/2026).
Ia berharap peristiwa serupa tidak terjadi di Samarinda. Menurutnya, upaya pencegahan perlu dimulai dari kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan memperhatikan kawasan yang rawan kebakaran.
“Nah, harapan kita, kita mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga lingkungannya selalu, membersihkan daerah-daerah yang rawan sehingga kita menghindari terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Helmi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan. Pembakaran tanpa pengawasan dapat memicu api menjalar dan memperluas dampak kebakaran, khususnya ketika vegetasi dan material di sekitarnya mudah terbakar.
Ia menilai kewaspadaan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan kesiapan pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat. Pencegahan sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan bangunan, serta kerugian material.
Terkait kesiapsiagaan pemerintah, Helmi menyampaikan bahwa anggaran darurat telah dialokasikan melalui BPBD untuk mendukung penanganan bencana apabila diperlukan.
“Dari pihak pemerintah sudah mengalokasikan juga untuk dana-dana darurat itu. Kemarin kita bersama pemerintah itu juga sudah menganggarkan lewat BPBD,” pungkasnya.
(adv/gby)










