Dorong Budaya Baca di Era Digital, DPRD Samarinda Minta iSamarinda Jadi Prioritas

**Saharakaltim.com, Samarinda –** Membaca buku kini tidak lagi harus selalu dilakukan dengan mendatangi perpustakaan secara langsung. Melalui aplikasi perpustakaan digital iSamarinda, masyarakat Kota Samarinda dapat mengakses koleksi bacaan melalui telepon pintar yang terhubung dengan layanan perpustakaan daerah.

Kemudahan tersebut mendapat perhatian DPRD Kota Samarinda. Lembaga legislatif tersebut mendorong Pemerintah Kota Samarinda agar terus memperkuat layanan perpustakaan digital, termasuk memastikan ketersediaan anggaran untuk pengembangan dan keberlanjutannya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie menilai iSamarinda memiliki potensi besar dalam memperluas akses literasi masyarakat. Layanan digital membuat masyarakat dapat memperoleh bahan bacaan dengan lebih praktis dan tidak terbatas oleh waktu maupun jarak.

“Konsepnya sederhana, masyarakat cukup menggunakan telepon genggam untuk mengakses koleksi perpustakaan secara daring. Akses seperti ini harus terus diperkuat karena memudahkan masyarakat mendapatkan bahan bacaan,” ujar Novan, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, transformasi digital dalam layanan perpustakaan harus menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan minat dan budaya membaca. Apalagi, penggunaan telepon pintar telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

Karena itu, Novan mengingatkan agar pengembangan iSamarinda tidak terhenti hanya karena persoalan anggaran. Keberlanjutan layanan menjadi penting agar masyarakat dapat terus menikmati manfaat dari fasilitas perpustakaan digital tersebut.

“Kalau ingin budaya membaca tumbuh, maka fasilitas pendukungnya juga harus dijaga. Program ini menyasar seluruh masyarakat, sehingga dukungan pembiayaannya juga perlu menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.

Novan menilai penguatan layanan literasi merupakan bentuk investasi jangka panjang. Semakin mudah masyarakat mendapatkan bahan bacaan, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia.

Ia pun berharap Pemkot Samarinda tidak hanya mempertahankan layanan yang sudah ada, tetapi terus melakukan pengembangan agar koleksi, fitur, dan akses iSamarinda semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan dukungan kebijakan dan anggaran yang konsisten, iSamarinda diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sarana literasi digital yang dapat menjangkau lebih banyak warga sekaligus memperkuat budaya membaca di Kota Samarinda. **(adv/gby)**