Saharakaltim.com – Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Kota Samarinda melakukan tinjauan lapangan ke Kolam Retensi Sempaja sebagai bagian dari evaluasi program pengendalian banjir.
Wakil Ketua Pansus LKPj, Abdul Rohim, mengungkapkan terdapat sejumlah catatan penting terkait kualitas pengerjaan dan efektivitas proyek tersebut.
Menurutnya, proyek yang menelan anggaran sekitar Rp28 miliar itu dinilai belum menunjukkan hasil yang optimal.
“Kami melihat kualitas pengerjaan belum sesuai dengan besarnya anggaran. Hasil pekerjaan di lapangan, baik jalan maupun drainase, terlihat kurang rapi,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Selain itu, DPRD juga menyoroti belum berfungsinya kolam retensi secara maksimal akibat belum tersambungnya sistem outlet ke jaringan drainase utama.
Hal ini disebabkan oleh belum tuntasnya pembebasan lahan di jalur konektivitas tersebut.
“Kalau air masuk saat hujan, tidak bisa dialirkan keluar. Ini tentu berdampak pada fungsi utama kolam retensi,” jelasnya.
Temuan ini akan menjadi bahan rekomendasi DPRD kepada Pemerintah Kota Samarinda guna perbaikan pengelolaan proyek ke depan. (gby/adv)













