Saharakaltim.com – Upaya mengubah sampah menjadi sumber ekonomi mulai digerakkan di tingkat lingkungan warga. Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, M. Andriansyah, menyerahkan mesin press sampah kepada Bank Sampah Pelangi di RT 18 Sempaja Lestari.
Bantuan tersebut bukan sekadar alat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat.
Dengan mesin press, sampah seperti botol plastik, kertas, dan kemasan lainnya dapat dipadatkan sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
“Selisihnya cukup besar. Ini yang ingin kita dorong, supaya masyarakat melihat sampah bukan sebagai beban, tapi sebagai peluang ekonomi,” ungkap Andriansyah.
Tak berhenti di situ, ia juga menyiapkan langkah lanjutan berupa bantuan mesin pencacah sampah organik. Nantinya, limbah rumah tangga akan diolah menjadi kompos melalui metode biopori, menciptakan siklus pengolahan sampah yang ramah lingkungan.
RT 18 dipilih sebagai titik awal karena dinilai siap secara sosial. Kekompakan warga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.
“Kalau mau berhasil, mulai dari yang siap dulu. Di sini warganya kompak,” ujarnya.
Ke depan, konsep ini akan diperluas ke berbagai wilayah di Samarinda, termasuk kawasan dengan karakter masyarakat yang lebih heterogen.
Dengan pendekatan bertahap, DPRD Samarinda berharap kota ini dapat bergerak menuju sistem pengelolaan sampah modern yang tidak lagi bergantung pada TPS. (gby/adv)








