**Saharakaltim.com, Samarinda –** Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, meminta pengelola hotel mengevaluasi sistem keamanan fasilitas, khususnya area balkon dan tempat yang berisiko bagi anak-anak. Hal ini menyusul meninggalnya RK, bocah perempuan berusia tiga tahun yang terjatuh dari balkon lantai lima Hotel Mesra Samarinda, Rabu (14/10/2026).
Sri Puji menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut. Ia mengingatkan orangtua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat berada di bangunan bertingkat atau lingkungan yang memiliki potensi membahayakan keselamatan.
“Saya turut berduka atas kejadian ini. Tentu ini menjadi perhatian kita bersama, terutama bagi orangtua agar selalu mengawasi anak-anaknya, apalagi ketika berada di lingkungan yang memiliki risiko membahayakan keselamatan mereka,” kata Sri Puji, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, pengawasan orangtua perlu diimbangi dengan tanggung jawab pengelola hotel dalam memastikan keamanan fasilitas. Pemeriksaan pagar pembatas, pintu balkon, akses keluar, serta perangkat pengamanan lainnya dinilai penting untuk mencegah kecelakaan.
“Kejadian ini juga perlu menjadi bahan evaluasi bagi pengelola hotel di Samarinda. Keamanan area hotel, khususnya balkon dan tempat-tempat yang berisiko bagi anak, harus benar-benar diperhatikan agar keselamatan para tamu tetap terjaga,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan awal Polsek Samarinda Ulu, korban berada di kamar nomor 5101 bersama adiknya ketika kedua orangtuanya sedang sarapan di restoran hotel. Saat pemeriksaan awal, polisi menemukan pintu menuju balkon dalam keadaan terbuka dan tidak terkunci. Namun, kondisi tersebut belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab korban terjatuh.
Korban ditemukan di area parit halaman hotel. Personel Inafis Polresta Samarinda melakukan olah tempat kejadian perkara sekitar pukul 09.30 WITA, sebelum jenazah dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda pada pukul 10.18 WITA untuk pemeriksaan awal.
Kepolisian telah meminta keterangan dari kedua orangtua korban, petugas keamanan, dan karyawan hotel. Penyidik masih mendalami kronologi kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau dugaan tindak pidana lain. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut belum diumumkan.
(adv/gby)














