Saharakaltim.com — Kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) Varia Niaga kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) menilai kontribusi perusahaan daerah tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih belum optimal.
Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda Achmad Sukamto mengatakan, berdasarkan dokumen LKPJ Tahun Anggaran 2025, Perusda Varia Niaga hanya menyetorkan PAD sekitar Rp500 juta.
Menurutnya, angka tersebut belum sebanding dengan potensi aset daerah yang dikelola perusahaan plat merah tersebut.
“Kontribusi PAD yang disumbangkan masih sangat kecil dan belum mencerminkan optimalisasi pengelolaan aset daerah,” ujarnya saat melakukan tinjauan lapangan bersama anggota pansus di kawasan TPA Sambutan.
Pansus DPRD juga menyoroti skema kerja sama pengelolaan aset antara Perusda Varia Niaga dengan pihak ketiga. Achmad Sukamto menilai pembagian hasil yang hanya memberikan sekitar 10 persen kepada Pemerintah Kota Samarinda perlu dievaluasi.
Ia menegaskan, pemerintah telah menyediakan lahan dan fasilitas yang dibangun menggunakan APBD sehingga skema kerja sama harus lebih berpihak pada kepentingan daerah.
“Sistem yang ada sekarang perlu dikaji ulang agar lebih adil dan menguntungkan daerah,” tegasnya.
Sebagai langkah perbaikan, DPRD Samarinda mendorong perubahan model kerja sama dari sistem berbasis fee menjadi skema profit sharing atau bagi hasil yang lebih proporsional.
Pansus menilai optimalisasi aset daerah sangat penting agar mampu menjadi sumber peningkatan PAD yang signifikan bagi Kota Samarinda. (adv/gby)














