Saharakaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengajak Pemerintah Kota Samarinda mengubah orientasi pembangunan dengan menempatkan hasil sebagai ukuran utama keberhasilan. Baginya, besarnya APBD maupun tingginya realisasi belanja belum cukup menjadi indikator apabila belum mampu memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
Ia menilai setiap program yang dibiayai APBD harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan mudah diukur. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan apakah sebuah program benar-benar efektif atau perlu dilakukan perbaikan maupun penghentian apabila tidak memberikan manfaat sesuai tujuan.
Menurut Iswandi, evaluasi berbasis kinerja menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah. Program yang terus berulang setiap tahun tanpa ukuran keberhasilan hanya akan mengurangi efektivitas penggunaan anggaran dan menyulitkan pemerintah dalam menilai capaian pembangunan.
Ia mencontohkan program pengurangan kemiskinan yang seharusnya mampu menunjukkan penurunan jumlah warga miskin dari tahun ke tahun. Sementara pada program bantuan UMKM, keberhasilannya dapat dilihat dari peningkatan omzet, pendapatan, hingga perkembangan usaha para penerima setelah memperoleh dukungan pemerintah.
Iswandi juga menekankan pentingnya budaya kerja berbasis hasil di seluruh OPD. Setiap penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan melalui capaian yang nyata sehingga masyarakat memperoleh manfaat maksimal dari setiap kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Di tengah tuntutan efisiensi fiskal dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, ia berharap APBD Kota Samarinda semakin fokus pada program-program yang mampu memperkuat ekonomi daerah, membuka peluang kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, pembangunan diyakini akan memberikan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Kota Samarinda. (adv/gby)
