Saharakaltim.com – Meski belum ada laporan kekurangan pasokan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Samarinda, DPRD justru menerima beragam keluhan dari masyarakat terkait kualitas makanan yang disajikan. Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, menilai manajemen pengolahan makanan dalam skala besar membutuhkan kompetensi tinggi.
Celni menjelaskan bahwa melayani ribuan porsi setiap hari memerlukan pengalaman katering yang mumpuni. Ia mendorong agar proses tender dan pemilihan pengelola dapur benar-benar melibatkan pihak yang kompeten secara teknis.
”Memasak untuk 3.000 orang dalam sehari itu tidak gampang. Harus dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Celni mengingatkan bahwa program MBG menyerap anggaran yang sangat besar. Ia menekankan pentingnya efisiensi agar program ini tidak mengorbankan kegiatan daerah lainnya. Dalam waktu dekat, DPRD berencana memanggil Dinas Pendidikan untuk memetakan kembali sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan program ini agar pelaksanaannya tepat sasaran. (GBY/ADV)













