Saharakaltim.com, Samarinda – DPRD Kota Samarinda melalui Komisi II terus mendorong penyusunan kebijakan anggaran yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama mitra kerja, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, menyampaikan sejumlah masukan terkait pengelolaan anggaran, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga penguatan sektor pasar tradisional.
Sani menilai penganggaran belanja pegawai harus tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku agar kebutuhan pembayaran gaji selama satu tahun dapat terpenuhi secara optimal. Kepastian penganggaran tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pelaksanaan pemerintahan daerah.
Di sisi lain, ia melihat pelayanan tera dan tera ulang memiliki peluang besar untuk dioptimalkan sebagai sumber PAD. Dengan pengelolaan yang baik, sektor tersebut diyakini mampu memberikan tambahan penerimaan daerah tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap pengelolaan pasar tradisional sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Menurut Sani, dukungan terhadap OPD yang menangani sektor pasar sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam memperkuat ekonomi yang inklusif serta menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.
Ia menilai penguatan pasar menjadi langkah strategis menghadapi perubahan struktur ekonomi daerah. Dengan semakin berkembangnya sektor perdagangan rakyat, Kota Samarinda diharapkan memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat sekaligus mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja di masa mendatang.
Melalui pembahasan RKA Tahun 2027, DPRD Kota Samarinda berharap setiap kebijakan anggaran dapat diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik, mengoptimalkan pendapatan daerah, dan mendukung sektor-sektor produktif yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda. (adv/gby)














