Saharakaltim.com, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda memberikan apresiasi terhadap perkembangan Program Sekolah Rakyat yang dinilai berhasil menunjukkan peningkatan kualitas peserta didik hanya dalam waktu satu tahun pelaksanaan. Program tersebut juga akan diperkuat dengan hadirnya sekolah rakyat permanen di kawasan Palaran yang disiapkan beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Saat ini proses pembelajaran masih dilaksanakan di tiga lokasi sementara, yakni BPMP Kalimantan Timur, BPVP Samarinda, dan kawasan di sekitar SMAN 16 Samarinda.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahroni Pasie, menilai salah satu kekuatan program tersebut terletak pada kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, sebagian besar tenaga pendidik yang mengajar merupakan lulusan baru atau fresh graduate yang direkrut melalui proses seleksi secara nasional.
“Seleksi gurunya bukan hanya dari Samarinda, tetapi juga dari daerah lain. Seluruh Indonesia juga ada yang mengajar di sini,” kata Novan.
Ia mengungkapkan, meskipun mayoritas guru masih berusia muda, hasil pembinaan terhadap peserta didik menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Perubahan perilaku, kedisiplinan, hingga peningkatan capaian akademik dinilai menjadi indikator keberhasilan program tersebut.
Novan menjelaskan, sebagian besar siswa yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah, yakni kelompok desil 1 dan 2. Karena itu, peningkatan yang ditunjukkan para siswa menjadi bukti bahwa akses pendidikan yang berkualitas mampu memberikan dampak nyata terhadap pengembangan potensi mereka.
“Padahal siswa-siswa ini memiliki latar belakang desil 1 dan 2, yang masuk dalam kategori masyarakat kurang mampu,” ujarnya.
DPRD Kota Samarinda berharap keberadaan sekolah rakyat permanen di Palaran nantinya semakin memperluas akses pendidikan bagi masyarakat serta menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Tepian. (adv/gby)
