Saharakaltim.com – Menanggapi rencana aksi massa pada 21 April 2026, Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda menilai munculnya dukungan donasi publik untuk demonstrasi tersebut sebagai sinyal kuat adanya keresahan di tengah masyarakat. Menurutnya, wajar jika rakyat menuntut perubahan jika merasa program pembangunan belum memberikan dampak nyata.
”Itu bagus saja, bentuk kepedulian masyarakat untuk memperjuangkan perubahan. Kalau merasa belum ada dampak, wajar menyampaikan aspirasi,” ungkapnya saat memberikan tanggapan di Samarinda.
Meski mengapresiasi semangat perjuangan masyarakat, ia memberikan catatan kritis mengenai potensi adanya penyusupan agenda luar. Ia berharap gerakan yang melibatkan ribuan orang tersebut tetap terjaga kemurniannya dan tidak ditunggangi oleh oknum untuk tujuan politik tertentu.
”Kita khawatir ada kepentingan politik yang ikut bermain. Mudah-mudahan aksi ini benar-benar murni menyuarakan aspirasi masyarakat,” pungkasnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah pada dasarnya selalu membuka ruang dialog asalkan dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan koridor demokrasi. (gby/adv)













