**Saharakaltim.com, Samarinda -** Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Samarinda dinilai memiliki ruang besar untuk dikembangkan. Namun, luasnya cakupan tugas yang saat ini berada dalam Disporapar membuat DPRD Kota Samarinda membuka wacana pemisahan organisasi perangkat daerah tersebut agar pengelolaan pariwisata dapat dilakukan secara lebih fokus.
Wacana itu mengemuka dalam pembahasan Komisi II DPRD Samarinda. Pemisahan Disporapar menjadi dua OPD dinilai dapat memberikan ruang lebih besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendapatkan perhatian, perencanaan program serta dukungan anggaran.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi mengatakan, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan destinasi. Pemerintah juga membutuhkan dukungan anggaran yang memadai untuk menjalankan berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan wisata dan ekonomi kreatif.
Di tengah kebutuhan tersebut, kinerja pendapatan yang dikelola Disporapar menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan. Hingga Juni 2026, realisasi pendapatan telah berada di kisaran Rp750 juta dari target tahunan sekitar Rp1,4 miliar.
Artinya, realisasi tersebut telah melampaui separuh target meski tahun anggaran masih berjalan. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa sektor yang berada di bawah pengelolaan Disporapar memiliki potensi untuk memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Bagi DPRD, potensi tersebut perlu diikuti dengan strategi pengembangan yang lebih serius. Peningkatan pendapatan seharusnya berjalan beriringan dengan penguatan destinasi wisata, fasilitas pendukung, promosi dan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif.
Karena itu, pemisahan Disporapar menjadi salah satu opsi yang tengah diperhatikan. Dengan pembagian organisasi yang lebih spesifik, masing-masing sektor diharapkan dapat memiliki fokus program dan dukungan kebijakan yang lebih jelas.
Sektor pariwisata juga dinilai memiliki efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Ketika destinasi semakin berkembang dan kunjungan meningkat, peluang usaha bagi pelaku UMKM, pekerja kreatif serta masyarakat di sekitar kawasan wisata turut terbuka.
DPRD Samarinda berharap pembahasan kelembagaan tersebut dapat menghasilkan formulasi terbaik bagi pengembangan pariwisata daerah. Penguatan sektor wisata dan ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik Kota Tepian, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.
Dengan potensi penerimaan yang sudah terlihat dan peluang pengembangan yang masih besar, sektor pariwisata Samarinda dinilai membutuhkan pengelolaan yang semakin fokus, terukur dan berkelanjutan. (adv/gby)










