Saharakaltim.com, Samarinda – DPRD Kota Samarinda memilih pendekatan yang lebih substantif dalam memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tengah keterbatasan anggaran, momentum kemerdekaan diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sekaligus menjadi kesempatan untuk mendorong sektor-sektor strategis daerah.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah cek kesehatan gratis (CKG) bagi masyarakat Samarinda. Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dibuka untuk masyarakat umum agar perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda internal DPRD.
“Kami telah membahas beberapa agenda untuk menyemarakkan bulan kemerdekaan. Spesialnya, cek kesehatan gratis ini bukan cuma untuk anggota DPRD atau pegawai di sini, tetapi terbuka luas untuk seluruh masyarakat Samarinda,” ujar Viktor, Rabu (5/8/2026).
Menurut Viktor, layanan kesehatan gratis merupakan bentuk konkret dalam membagikan semangat dan rasa syukur atas kemerdekaan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam perayaan 17 Agustus, tetapi ikut merasakan manfaat dari kegiatan yang disiapkan.
“Harapan kami, 17 Agustus nanti betul-betul dimeriahkan oleh seluruh lapisan masyarakat Samarinda. Ini adalah wujud syukur kita bersama bahwa Indonesia telah merdeka,” katanya.
Pilihan menghadirkan layanan kesehatan juga menjadi bagian dari perubahan orientasi perayaan kemerdekaan. Jika sebelumnya kegiatan 17 Agustus identik dengan perlombaan dan seremoni, DPRD Samarinda kini mendorong agar anggaran yang tersedia dapat diarahkan pada kegiatan yang memiliki manfaat sosial lebih luas.
Di luar agenda HUT RI, perhatian Komisi II juga diarahkan pada potensi pariwisata Samarinda. Viktor menilai sektor ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi baru sekaligus sumber penerimaan daerah.
Menurutnya, Samarinda memiliki berbagai potensi wisata yang apabila dikemas secara kreatif, profesional dan terintegrasi dapat meningkatkan daya tarik kota. Pengembangan tersebut juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.
“Pengembangan pariwisata itu sangat penting. Bagaimana kita mengemas Kota Samarinda ini sedemikian rupa agar sektor wisatanya bisa digarap maksimal, dan menjadi sumber utama penerimaan PAD daerah,” tegas Viktor.
DPRD berharap pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan. Pengelolaan yang tepat harus mampu menciptakan efek ekonomi bagi UMKM, pelaku usaha, pekerja kreatif serta masyarakat di sekitar destinasi.
Dengan demikian, semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui dua hal sekaligus: menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat saat ini dan menyiapkan sumber pertumbuhan ekonomi untuk masa depan. Cek kesehatan gratis menjadi bentuk pelayanan sosial, sementara penguatan pariwisata diarahkan menjadi investasi ekonomi jangka panjang bagi Samarinda.
Bagi DPRD, kemerdekaan harus terus diisi dengan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara nyata. Karena itu, setiap momentum publik diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat pelayanan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi daerah. (adv/gby)














