Saharakaltim.com, Samarinda – Upaya Pemerintah Kota Samarinda mengembangkan sistem parkir berbasis digital mendapat dukungan dari DPRD Kota Samarinda. Namun, modernisasi tersebut dinilai harus tetap berpihak kepada masyarakat lokal yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor perparkiran.
Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menegaskan bahwa transformasi menuju sistem parkir elektronik tidak boleh hanya berfokus pada teknologi dan peningkatan pendapatan daerah semata. Menurutnya, aspek pemberdayaan sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama.
Celni mendorong Dinas Perhubungan bersama OPD terkait untuk menyusun program pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola sistem parkir digital secara profesional.
“Jangan sampai masyarakat yang selama ini bekerja di sektor perparkiran justru tersingkir karena tidak memahami perkembangan teknologi. Mereka harus diberikan kesempatan untuk belajar dan beradaptasi,” tegasnya.
Selain meningkatkan kualitas layanan, pelatihan tersebut juga dinilai mampu mendukung optimalisasi PAD dari sektor perparkiran. Dengan SDM yang lebih terampil dan sistem yang lebih transparan, potensi kebocoran pendapatan dapat diminimalkan.
Celni juga menilai langkah ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi praktik parkir liar yang selama ini masih ditemukan di sejumlah titik Kota Samarinda.
“Kalau masyarakat diberikan keterampilan dan dilibatkan secara langsung dalam sistem yang resmi, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
DPRD Samarinda berharap digitalisasi parkir dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM lokal sehingga tercipta sistem perparkiran yang modern, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat. (adv/gby)
