Saharakaltim.com, Samarinda – DPRD Kota Samarinda melalui Komisi IV terus mengupayakan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Meningkatnya jumlah kasus menjadi perhatian serius sehingga diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh melalui penguatan regulasi, edukasi, serta pelayanan kesehatan.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menjelaskan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan perlunya peningkatan upaya pencegahan terhadap kelompok-kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi. Karena itu, pemerintah didorong untuk memperkuat program edukasi, deteksi dini, serta layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, penanganan HIV tidak dapat hanya mengandalkan layanan medis, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga keluarga. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka penularan.
Komisi IV juga mengkaji kemungkinan penyediaan fasilitas rehabilitasi sebagai bagian dari sistem pendampingan bagi orang yang hidup dengan HIV. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung proses pembinaan, edukasi, pelayanan kesehatan, dan kepatuhan terhadap pengobatan secara berkesinambungan.
Selain itu, DPRD membuka ruang penyusunan regulasi daerah yang berfokus pada penguatan pencegahan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem penanggulangan HIV sekaligus mendukung efektivitas program pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Melalui sinergi lintas sektor dan kebijakan yang terarah, DPRD Kota Samarinda berharap upaya pengendalian HIV dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu menekan angka penularan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mewujudkan Kota Samarinda yang lebih sehat. (adv/gby)










