Saharakaltim.com, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian terhadap hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang menunjukkan adanya penurunan capaian siswa pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Penurunan tersebut dinilai menjadi indikator yang perlu segera dievaluasi untuk menjaga kualitas pendidikan di masa mendatang.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahroni Pasie, mengatakan bahwa hasil TKA harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Menurutnya, pemerintah perlu melihat berbagai faktor yang menjadi penyebab menurunnya capaian akademik siswa, bukan hanya berfokus pada data statistik semata.
“Hal ini yang perlu menjadikan review buat Kementerian Pendidikan. Apa kendalanya? Bukan hanya melihat dari sisi statistik saja,” katanya.
Novan menilai Matematika dan Bahasa Indonesia merupakan kompetensi dasar yang sangat penting bagi peserta didik. Oleh sebab itu, penurunan hasil pada dua mata pelajaran tersebut menjadi sinyal yang harus segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan yang terukur.
“Kalau bicara nasional, berarti ada masalah dalam dua mata pelajaran tersebut. Padahal itu sangat dibutuhkan dalam keseharian, berhitung dan berbahasa,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian DPRD Samarinda adalah masih terbatasnya jumlah tenaga pendidik. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah karena kebutuhan guru belum sepenuhnya terpenuhi.
Novan mengungkapkan bahwa Kota Samarinda saat ini masih mengalami kekurangan ratusan tenaga pendidik. Bahkan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga penghujung tahun apabila belum ada kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan sekolah.
“Kota Samarinda sendiri aja sudah kekurangan 500 orang lebih. Sampai bulan Desember nanti kita akan kekurangan 700 orang lebih,” ungkapnya.
Untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar, sejumlah sekolah terpaksa memanfaatkan dana BOS guna merekrut guru lepas. Meski membantu dalam jangka pendek, langkah tersebut dinilai belum menjadi solusi ideal untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Komisi IV DPRD Samarinda berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan tenaga pendidik di daerah. Selain pemenuhan jumlah guru, peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga pengajar juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, DPRD Samarinda optimistis berbagai tantangan yang ada dapat diatasi sehingga kualitas pendidikan di Kota Samarinda terus meningkat dan mampu menghasilkan generasi yang unggul serta berdaya saing. (adv/gby)
